Learn is a process, but teach is an art
2 September 2009
25 August 2009
Warna-Warni Mi Pelangi
Hari Senin kemaren, entah kenapa tiba-tiba gw pengen untuk mencicipi makanan yang unik dan baru buat gw, maka mulai lah gw men-Googling, bertanya-tanya ke teman,untuk mencari tahu makanan apa yang kira-kira layak untuk dicoba. Maka hasilnya adalah Rumah Makan Daha, di Kemanggisan Raya No. 2A


Maka pergilah gw ke Daha, yang kebetulan lokasinya ngga jauh dari kantor gw di Kebon Jeruk. Setelah sampai di lokasi, tanpa pikir panjang gw langsung melihat buku menu, dan ada beberapa menu yang menarik perhatian gw, Mi Pelangi dan Es Mie Pelangi, keduanya bener-bener bikin gw penasaran. Maka tanpa pikir panjang gw langsung memesan kedua menu itu. Gak butuh waktu lama, sekitar 15 menit, kedua menu pesanan gw sudah datang dan sudah siap disantap
Secara penampilan, Mie Pelangi bener-bener punya keunikan sendiri, yaitu warna Mie nya bermacam-macam, ada ungu, kuning, hijau, dan orange, kalau ngga salah ingat. Maka langsung aja gw cicip kuah nya, karena bagi gw, kuah adalah inti dari Mie, rasa kuah akan menentukan apakah pengalaman makan gw menjadi menyenangkan atau tidak. Rasa kuah dari Mie ini biasa saja, bener-bener ngga ada yang special, baik rasa gurih dan asin, semuanya bener-bener standard. So, langsung gw tuang kuahnya ke mie, dan langsung mencicip rasa mie nya. Rasa Mie Pelangi ini, bagi gw biasa saja, standar seperti Mie kebanyakan bahkan mie nya terlalu lembek sehingga terlalu mudah hancur di mulut,kalau boleh dibilang special mungkin hanya karena warna nya. Dan jujur aja, gw kurang puas dengan rasa dari Mie Pelangi ini.

Mie Pelangi
Setelah habis menyantap Mie Pelangi, maka gw langsung mencicipi dessert yang gw pesan, yaitu Es Mie Pelangi. Kenapa disebut Es Mie Pelangi? mungkin karena es ini disajikan dengan menggunakan” Mie” yang terbuat dari Jelly. Selain Jelly yang dibentuk Mie, es ini juga disajikan dengan Jelly berbentuk lonjong, buah rambutan kaleng, dan juga sirup anggur sebagai pemberi rasa manisnya. Untuk rasa, Es Mie Pelangi ini bisa dikategorikan medium, tidak terlalu special tapi boleh lah untuk makanan pencuci mulut
.
Untuk harga, masih termasuk dalam kategori wajar, tidak murah memang, tapi masih terjangkau. Berikut rincian harga dari menu yang gw pesan.
- Mie Pelangi Ayam Jamur – Rp. 12.000
- Es Mie Pelangi – Rp. 10.000
- Es Teh Tawar – Rp. 1.000
Yah, walaupun tidak puas dengan Mie Pelangi nya, namun restoran ini bolehlah untuk dicoba, sekedar menambah pengalaman kuliner
.
.
23 August 2009
Judul & Peserta Anak-anak, Materi???
Setelah sekian lama gw selalu menghabiskan hari Minggu di luar, entah di rumah temen, jalan-jalan ataupun sekedar kongkow2 di gereja, baru hari ini gw bisa menikmati hari Minggu di rumah, tanpa acara keluar, selain ke gereja tadi pagi. Sambil makan mie instant di rumah, gw iseng-iseng stel TV, pengen liat ada acara apa di TV, dan kebetulan keputer di Indosiar, pas lagi acara Kids Song, dimana anak-anak menyanyikan lagu yang udah diberi kisi-kisi liriknya, sekilas memori gw jadi kembali ketika gw SD dan ada acara sejenis yang gw lupa namanya, mungkin sekitar 10-12 tahun lalu.
Dulu, acara seperti ini, dimana pesertanya anak-anak maka materi yang disajikan juga sekelas dengan bobot umur mereka, dan lagu-lagu yang jadi soal pun adalah lagu anak-anak. Ternyata, jaman uda banyak berubah, sekarang acara seperti ini, HANYA judul dan pesertanya yang anak-anak tapi materi, sama aja dengan acara tebak lagu buat orang dewasa. Dulu, soalnya adalah lagu-lagu seperti Kelinciku, Abang tukang bakso, si komo lewat, bolo-bolo, kuku kakiku, dll. Sekarang ??? jauh menurun kualitasnya, lagu-lagu yang jadi soal adalah lagu yang menyangkut persoalan hidup orang dewasa, sebut aja Wali-Dik, ST 12 – Cari pacar lagi, bahkan sampe lagu ‘berat’ sekelas Tak Selamanya Selingkuh Itu Indah dan Teman Tapi Mesra. Cocok buat anak-anak? Silakan tanya diri sendiri.
Acara-acara seperti ini, sekarang sudah menjamur mungkin, mungkin masih ada yang inget post gw tentang Idola Cilik di RCTI, ya itu pun acara serupa dimana judul dan peserta adalah anak-anak tapi materi??? sekali lagi, silakan tanya diri sendiri. Dan sejak dulu, prinsip gw tegas dan mutlak, kalau sebuah acara untuk anak-anak, maka materinya pun HARUS untuk anak-anak, jangan melenceng, materi buat orang dewasa kok dikasih ke anak-anak, ya ngga pas, susah mencari lagu anak-anak? Ya ngga usah bikin acara, gampang kan ?
1 August 2009
22 June 2009
Sunday Culinary with Bagan “Kari Peng”
Hari Minggu kemarin, 21 Juni 2009, gw pergi buat wisata kuliner sama temen-temen kos, sasaran kali ini adalah Restoran khas Bagan Siapi-api di daerah Telok Gong. Perjalanan dari arah kemanggisan sampai ke teluk gong memakan waktu kurang lebih 20 – 30 menit. Dan setelah sampai di restonya, gw langsung memesan Nasi Kare. Rasa lapar + penasaran jadi satu, karena ini pengalaman pertama gw makan di resto ini.
Setelah kira-kira 10-15 menit, pesanan kami tiba, Nasi Kare. Ada yang unik dari nasi kare ini, kalau biasa nasi kare menggunakan daging ayam, kali ini menggunakan daging babi panggang. Wah, langsung aja, rasa lapar yang datang membuat gw langsung mencoba nasi kare ini. Dan hm… rasanya mantap, rasa gurih dipadu rasa khas masakan ala Bagan, benar-benar menyatu kompak.Tak terasa, 1 piring sudah habis dilahap tapi belum terlalu mengisi perut secara penuh, so gw mencoba masakan lainnya, kali ini yang sudah umum di telinga kita, Bakmi.
Dan bakmi khas Bagan pun datang, sekilas Bakmi ini terlihat tanpa kuah, “wah, gw ga suka mi kering”,tapi sebelum gw meminta kuah, ternyata ada temen yang bilang, kuahnya ada di bawah bakmi nya. Dan benar saja, kuahnya ada di bawah bakmi, tidak terlalu banyak memang kuahnya. Dan penasaran ingin mencoba rasa kuahnya yang berwarna coklat kecap, berbeda dari kuah bakmi kebanyakan, maka gw coba mencicip sedikit. Wow, rasa manis, asin, dan gurih yang menyatu di kuah benar-benar membuat lidah bergoyang. Nikmat sekali. Gak menyesal memesan bakmi ini. Tidak butuh waktu lama untuk menghabiskan 1 porsi bakmi ini.
Setelah habis, kini tiba saatnya membayar, satu per satu kami membayar di kasir sesuai porsi makan kami. Wah, 2 porsi di resto Chinese food, mungkin bisa menghabiskan banyak uang di kuliner kali ini, tapi ga pa pa lah, sudah ditebus dengan rasa nikmat dan puas yang luar biasa.
, tapi ga disangka Harga untuk 1 Nasi Kare, 1 Bakmi, dan 1 Es Teh Tawar, hanya menghabiskan Rp. 20.000,- Nasi Kare dan Bakmi sama-sama dihargai Rp. 9.000 dan Rp.2.000 untuk Es Teh Tawar. Wah, harga yang sangat terjangkau.
Menempuh perjalanan yang lumayan, disertai becek di tengah perjalanan. Semuanya terasa sebanding dengan kualitas makanan dan harga yang didapat hari ini. Sepertinya dalam beberapa hari ini, gw akan kembali untuk makan di situ lagi.

Nasi Kari

Nasi Kari
19 June 2009
Receh yang hina
Belakangan ini, di lingkungan gw, entah kenapa seperti ada “trend” baru, yaitu trend mengharamkan uang logam. Di beberapa lingkungan dimana gw “mencemplungkan” diri, uang logam seperti benda haram, kayanya uang logam dioper-oper dari 1 tangan ke tangan yang lain, sehingga kalau mau dibilang seolah2 “pliss…. ambil uang logam ini dari gw”. Gw ga ngerti, kenapa trend ini beken banget belakangan ini.Mungkin dengan kondisi lingkungan gw berada adalah lingkungan karyawan kantor, yang notabene berpenghasilan cukup (bahkan mungkin lebih) untuk bertahan di jakarta ini, dan mungkin berpenghasilan sampai 7,8, bahkan mungkin 9 digit per bulannya. Jadi mungkin uang receh nominal terbesar cuma 3 digit (Rp. 1000), dianggep kecil dan ga ada artinya, mungkin ada juga yang berkata gini “ah, recehan, buat lo aja neh, berat-beratin kantong gw aja”.
Coba kita lihat sekeliling kita, masih banyak orang yang tidak seberuntung kita, sejak kecil gw di jakarta dan gw udah puas (baca: muak) melihat kemiskinan, mungkin banyak orang yang merupakan pendatang baru di sini, en belum pernah melihat kemiskinan di jakarta,mau liat? gampang kok, cari aja lampu merah terdekat, cari aja pasar tradisional terdekat. Gw yakin “Berat” yang mereka tanggung untuk mencari recehan, pasti lebih besar daripada “berat” nya kita ngantongin recehan. So, hargai lah receh itu, mungkin nominal nya kecil bagi kita, tapi ingat masih banyak yang membutuhkan receh itu. Sumbang lah kalau memank tidak ingin ada receh di kantong, kalau tidak ingin kantong kita rusak karena receh dan tenanglah di jakarta cukup banyak pengemis, Panti-panti asuhan dan panti-panti jompo yang masih membutuhkan receh itu.
Kalau dalam 1 hari kita bisa menyisihkan “berat”-nya uang logam sebesar Rp.1000, dalam 1 bulan saja kita sudah mengumpulan sekitar Rp. 30.000, dan jika gaji kita sebesar Rp.1.000.000 / bulan/net, maka itu ‘hanya’ 3% gaji kita, tentu ringan ketimbang kita harus memperbaiki kantong/dompet yang rusak akibat si receh yang dianggap “haram” kan? dan kita juga bisa membantu sesama kita yang kurang beruntung
some pics to remind about reality.



4 June 2009
Another Culinary Experience @ Warung Tahu

Roti Goreng Ayam
Minggu lalu pas gw jalan-jalan ke La Piazza, Gading. En pulang nya kita sempetin mampir di resto yang baru pertama kali didatengin. Warung Tahu namanya, disini, sesuai namanya, makanan yang disajiin bener2 mengandung tahu semuanya.
Ada banyak makanan yang dijual disini, dari yang biasa semisal Tahu Goreng, Kembang Tahu atau Susu Kedelai. Sampai makanan-makanan yang unik, kaya Steak Tahu, Roti Tahu isi ayam, en Donat Tahu.
So kita memutuskan buat pesen
1 Steak Tahu Ayam
1 Steak Tahu Sapi
1 Roti tahu isi ayam
1 Ronde tahu
1 Es krim strawberry.
Benernya gw juga pesen Donat Tahu, karena penasaran, gimana seh rasa donat yang dibuat mengandung tahu. Tapi sayang, donat tahu nya abis. So, kita belum sempet cobain menu itu.
OK, let start the meal.
Menu yang pertama keluar adalah Roti Tahu isi Ayam, dilihat dari bentuk dan rasa roti ini biasa aja sebenarnya, ga beda jauh dari roti daging yang dijual di bakery biasa. Tapi roti ini lembut banget, entah karena mengandung tahu atau karena masih panas
Summary for this menu: in Medium Level…
Lalu setelah menunggu sekitar 10 menit, lalu menu utama keluar lah, yaitu Steak tahu ayam dan steak tahu sapi. Secara fisik keduanya nyaris ga bisa dibedain, kalau saja pelayannya ga kasih tahu. Steak ini bener2 unik, selain rasana yang gurih dan enak, steak ini bener-bener lembut, sampai bisa dipotong hanya dengan sisi garpu. Perbedaan antara steak ayam dan sapi tidak terlalu kentara, satu-satunya perbedaan yang gw rasain cuma perbedaan kelembutan steak, steak sapi lebih lembut daripada steak ayam. Steak Tahu ini emank inceran gw yang terutama dari Warung Tahu ini, and the result is Recommended.

Steak Tahu
Setelah main course, keluarlah dessert nya, yaitu Ronde Tahu and Es Krim Tahu. Ronde tahu, sekilas namanya bikin kita penasaran, seperti apa seh ronde tahu ini. Bentuknya ga beda dari ronde biasa, rasa dan kelembutan pun biasa saja, tapi ada 1 yang merupakan kelemahan dari ronde tahu ini, yaitu air jahe nya. Air jahenya berasa aneh, tidak umum, mungkin menggunakan jahe instant, jadi ngga wangi jahe asli. Not Recommended for this menu.

Ronde Tahu
So focus is change to the ice cream now, Es krim memank dessert yang ditunggu-tunggu, apalagi ditambah embel-embel “tahu”, tentu kita penasaran seperti apa rasanya. Tapi sayang, rasa es krim tahu strawberry yg gw makan, ga sesuai harapan, yaitu biasa saja, malahan terlalu manis, sehingga agak bikin eneg di leher. Again, not recommended.

Es Krim Tahu
Dari segi harga yang ditawarkan, memank ga murah-murah amat jika tolak ukurnya adalah porsi, tapi overall harganya terjangkau kok.
Total belanja kami di Warung Tahu:
1 Steak Tahu Ayam Rp. 23.000
1 Steak Tahu Sapi Rp. 23.000
1 Roti tahu isi ayam Rp. 6.000
1 Ronde tahu Rp. 5.000
1 Es krim strawberry Rp. 5.000
2 Es Teh Tawar Rp. 4.000
Total : Rp. 66.000
Ya, boleh lah, walaupun banyak menu yang kurang sesuai harapan, tapi steak tahunya uda bikin semuanya impas
24 May 2009
Maybe it`s already 2 or 3 years, since I choose networking as my majority in Binus, in my first day, I really really have neither any expectation nor impression that we will be so close like now, I have no regret at all for chosing this majority field, I think i`m blessed and lucky to have so many friends in my life
. 1 year ago, we still attend the college, studying, playing, eating, hanging out, all together. Nowadays, we already work in various companies, started our career, and tomorrow, one of my best friend in networking will start to continue his bright career in Singapore, I can only hope that he will be success in his new country and environment. Good Luck my friend, we will be absolutely miss you. The Netz won`t be the same without you.
Still old qoute, but in different situation
-Time runs so fast but it left so many memories behind
PS: it`s already a while since my last update on this blog.. FYI, I still have an interest to update this blog, but my daily activities always prevent me to have an always updated blog.. So don`t miss me
29 March 2009
Trustiness, Freedom and Existence those are the greatest things in a relationship, what a poor to them that can`t have that :>
